BloGnyA nOniK iMuDh











{Juni 15, 2010}   KONSEP DASAR ASUHAN KEBIDANAN

KONSEP DASAR ASUHAN KEBIDANAN

bu bidhan

  1. A. Pengertian Filosofi

Ada beberapa pendapat para ahli tentang pengertian filosofi, diantaranya:

  • Filosofi adalah disiplin ilmu dimana m’pelajari mengenai penyidikan dan postulate yang nyata.
  • Filosofi adalah pendekatan berfikir tentang kenyataan meliputi tradisi, agama, dan fenomena yg berhubungan dengan kesehatan masyarakat.
  • Filosofi adalah ungkapan seseorang tentang nilai, sikap dan kepercayaan meskipun pada waktu yang lain ungkapan tersebut merupakan kepercayaan kelompok yang lebih sering disebut ideology ( Moya davis, 1993 )
  1. B. Definisi Bidan

Dalam bahasa inggris, kata midwife (bidan) berarti ”with woman” yg artinya bersama wanita, dalam bahasa perancis ”sage femme” (bidan) berarti wanita bijaksana.

Definisi bidan

Menurut IBI

-          Seorang wanita

-          Mengikuti pendidikan kebidanan

-          Di akui oleh pemerintah

-          Lulus ujian

-          Di catat dan beri izin secarah sah untk menjalankan praktik

Menurut ICM (Internasional conderation of midwife)

-          Seorang yg telah menyelesaikan program pendidikan bidan yang diakui oleh Negara

-          Memperoleh kualifikasi dan di beri izin untuk menjalankan praktik kebidanan

-          Mampu memberi supervise asuhan dan nasehat bagi waita selama hamil persalinan, dan pasca persalinan

-          Memimpin persalinan atas tanggung jawab sendiri

-          Memberi asuhan pd BBL dan anak

Bidan di kenal sbg orang yg profesional dan bertanggung jawab yg bekerja sbg mitra perempuan dlm memberikan dukungan yg diperlukan, asuhan dan saran selama kehamilan, periode persalinan, dan post partum, melakukan pertolongan persalinan di bawah tanggung jawab sendiri, serta memberikan perawatan pd bayi.

Bidan memiliki tugas penting dalam konseling dan pendidikan kesehatan, tidak hanya untuk wanita tp juga keluarga dan masyarakat.tugas ini meliputi pendidikan antenetal dan persiapan menjadi orang tua dan dapat meluas hingga kesehatan perempuan, kesehatan seksual atau reproduksi dan perawatan anak.

Bidan dpt praktik dimana saja termasuk dirumah, masyarakat, rumah sakit, atau unit kesehatan.

Menurut IBI

Bidan adalah seorang wanita yang telah mengikuti dan menyelesaikan pendidikan bidan yang telah di akui pemerintah dan telah lulus ujian sesuai dengan persyaratan yang berlaku, di catat ( register ), di beri izin scr sah untuk menjalankan praktek.

Menurut ICM ( International confederation of midewifery )

Bidan adalah seorang yang telah menyelesaikan program pendidikan bidan yang di akui Negara serta memperoleh kualifikasi dan di beri izin untuk menjalankan praktek kebidanan di negeri itu. Dia harus memberi supervise, asuhan dan memberikan nasehat yang di butuhkan pada wanita selama hamil, persalinan dan masa pasca persalinan, memimpin persalinan atas tanggung jawab sendiri serta asuhan pada BBL dan anak. Asuhan ini merupakan tindakan preventif, pendeteksian kondisi abnormal pada ibu dan bayi, dan mengupayakan bantuan medis serta melakukan tindakan pertolongan gawat darurat pada saat tidak hadirnya tenaga medik lain.

  1. C. Filosofi kebidanan

Falsafah atau keyakinan setiap bidan dalam memberikan asuhan kebidanan yang berpusat pada nilai, sikap dan kepercayaan tentang konsep yang di dasari kehidupan dan pelayanan .

Dari pengertian diatas  terdapat tiga unsur dalam filosofi kebidanan yaitu : nilai, sikap dan kepercayaan.

Kepribadian filosofi kebidanan dapat di lihat dalam Royal college of midwife ( 1992 ) yang berisi tentang nilai dan kepercayaan tentang bidan.

  • Respek terhadap individu dan kehidupanya
  • Pada wanita dalam proses child birth
  • Kejujuran menggambarkan kemliaan dan prinsip moral
  • Keadilan dan kebenaran
  • Prinsip demokrasi
  • Perkembangan dapat dari pengalaman hidup dari proses pendidikan
  • Pendidikan kebidanan adalah akar dalam praktek kebidanan

Keyakinan atau kepercayaan dalam proses kebidanan

a)      Ibu – ibu ingin mendapatkan perlakuan yang benar, ibu berharap yang terbaik bagi dirinya

b)      Proses kebidanan mempunyai kekuatan atau pengaruh yang alami dalam pelayanan persalinan bagi reproduksi wanita dan keluarga

c)      Harapan kesehatan nasional untuk untuk meningkatkan kualitas dalam memberikan pelayanan yang optimal pada orang tua, ibu dan bayi.

Karakteristik bidan yang baik : mempunyai pengetahuan menjadi pendengar yang baik, bersahabat atau tidak membedakan, adil, mempunyai waktu untuk konsultasi ( breknwich research study, 1996 )

Falsafah kebidanan menurut ACNM ( American colleg of nurse midewife’s ):

Perawat bidan yang di sertifiasi yakin bahwa setiap individu mempunyai hak untuk aman, puas, terhadap pelayanan kesehatan dengan menghargai martabat manusia dan perbedaan adat istiadat dan yakin bahwa proses kehamilan dan persalinan dapat di tingkatkan melalui pendidikan pelayanan kesehatan dan intervensi berbentuk dukungan.

Pelayanan perawat bidan berfokus pada kebutuhan individu dan keluarganya tentang fisik, emosi dan dukungan social, terlibat aktif dalam hal dukunganya sesuai dengan nilai social serta nilai perseorangan.

Falsafah kebidanan menurut NZCOM (New Zealand college of midewifes) :

Bidan merupakan partner bagi wanita. Bidan dapat melakukan asuhan dan memberikan kenyamanan dalam proses kelahiran yang normal. Bidan adalah suatu profesi yang peduli terhadap kesehatan wanita. Tugasnya terfokus pd sexual dan reproduksi serta memahami wanita sebagai individu yang sehat dalam siklus kehidupan.

Bidan itu :

  • Dinamis dalam melakukan tindakan
  • Berbasis kepada ilmu pengetahuan yang terdiri dari seni dan ilmu
  • Bertindak berdasarkan pengalaman dan penelitian
  • Berkolaborasi dengan profesi kesehatan lainya

Bidan itu bersifat menyeluruh seperti alam “ NATURE “ Kombinasi  dari pemahan sosial, emosional, budaya, agama, psikologi dan struktur fisik dan pengalaman kesehatan reproduksi wanita, aktif dalam mempromosikan dan melindungi kesehatan wanita, melakukan asuhan status kesehatan bayi dari hamil sampai lahir. Asuhan yang di berikan oleh bidan bersifat fleksibel, kreatif, tanpa menggunakan banyak intervensi.

Menurut ARM (Association of radical midewifes )

Untuk dapat melakukan perubahan dalam hal kemampuan dengan jenjang social suatu profesi di butuhkan kualitas essensial dalam  memberikan asuahan kepada seorang wanita dalam seluruh aspek kehidupanya .

Menurut IBI

Falsafah kebidanan merupakan pandangan hidup atau penuntun bagi bidan dalam memberikan pelayanan kenidanan.

Falsafah kebidan tersebut adalah :

a)      Profesi kebidanan secara nasional di akui dalam undang-undang maupun aturan pemerintah indonesia yang merupakan salah satu tenaga pelayanan kesehatan profesional dan secara internacional di akui oleh internacional confederation of midewife’s (ICM), FIGO, dan WHG.

b)      Tugas tanggung jawab dan kewenangan profesi bidan yang telah di atur dalam beberapa peraturan aupun keputusan menteri kesehatan di tujukan dalam rangka menurunkan Anka kematian ibu (AKI ), angka kemtian perinatal (AKP), Pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA), Pelayanan ibu hamil, melahirkan, nifas yang aman, pelayanan keluarga berencana (KB), pelayanan kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan reproduksi lainya.

c)      Bidan berkeyakinan bahwa setiap individu berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang aman dan memuaskan sesuai dengan kebutuhan manusia dan perbedaan budaya, setiap individu berhak untuk menentukan nasib sendiri, mendapat informasi dan untuk berperan dan segala aspek pemeliharaan kesehatanya.

d)     Bidan meyakini bahwa menstruasi, kehamilan, persalinan dan menapause hádala proses fisiologis dan hanya sebagian kecil yang memburuhkan intervensi medik.

e)      Persalinan merupakan proses yang alami, peristiwa normal Namur apabila tidak dikelolah dengan tepat, dapat berubah menjadi abnormal.

f)       Seitiap individu berhak untuk di lahirkan secara sehat, untuk itu maka setiap wanita usia subur, ibu hamil, melahirkan dan bayinya berhak mendapatkan pelayanan yang berkualitas.

g)      Pengalaman melahirkan anak merupakan tugas perkembangan keluarga yang membutuhkan persiapan mulai anak menginjak masa remaja.

h)      Kesehatan ibu periode reproduksi di pengaruhi oleh perilaku ibu, linkungan dan pelayanan kesehatan.

i)        Intervensi kebidanan bersifat komprehensif mencangkup upaya promotif, preventiv, kuratif, rehabilitatif, di tujukan kepada indivdu, keluarga dan masyarakat.

j)        Manajemen kebidanan di selenggarakan atas dasar pemecahan masalah dalam rangka meningkatkan cakupan pelayan kebidanan yang profesional dan interaksi sosial serta asas penelitian dan pengembangan yang dapat melandasi manajemen secara terpadu.

k)      Proses pendidikan kebidanan sebagai upaya pengembangan kepribadian berlangsung sepanjang hidup manusia perlu dikembangkan dan diupayakan untuk berbagai strata masyarakat.

Filosofi asuhan kebidanan menjelaskan tentang beberapa keyakinan yang akan mewarnai dan memberikan arah asuhan bidan

a) Kebidanan dan persalinan

Pandanagan tentang asuhan kebidanan di dasari bahwa kehamilan dan persalinan merupakan proses alamiah / fisiologis normal dan bukan penyakit.

Kehamilan dan persalinan merupakan pengalaman-pengalaman yang sangat bermakna bagi perempuan, keluarga dan masyarakat.

Bidan harus memperhatikan keuntungan –keuntungan bg ibu dan janin sbg suatu kesatuan yg harmonis.

b) Perempuan

Setiap perempuan adalah pribadi yang memiliki hak, kebutuha dan harapan. Oleh sebab itu mereka harus berpertisipasi aktif dlm plyanan yg di peroleh selama kehamilan, kelahiran, nifas, dan membuat pilihan serta keputusan mengenai cara pelayanan yg di sediakan untuknya.

Ibu dan keluarga adalah pusat asuhan kebidanan dan itu penting baginya.

Pemberdayaan perempuan meliputi :

  • Membrikan hak dan juga pilihan kepada wanita scr signifikan dapat mempengaruhi kesehatan mereka dan kesehatan keluarganya dg positif.
  • Mendorong bidan untuk mulai dari diri sendiri untuk peka dan mengatasi masalah, kemasyarakatan budaya dan tradisi keluarga, seperti kekerasan dalam rumah tangga yang merugikan anak perempuan dan wanita. Bidan harus mendidik dan membiasakan dirinya sendiri dengan konsep dasar HAM dan mengaktualisasaikan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Mengharuskan bidan belajar pengetauhan , ketrampilan, yg diperlukan untuk mencapai otonomi / kemandirian dalam pengambilan keputusan yg vital untuk dirinya sendiri dan kepentingan keluarganya.
  • Menharuskan para bidan dalam bekerja sama wanita, keluarga dan kelompok advokasi lainya untuk menyediakakn dukungan seta pemberian informasi sesuai yg di butuhkan oleh seorang perempuan guna untuk membuat keputusanya.
  • Mengharuskan bidan untuk selalu bersedia mengembangkan konsep HAM, dan itu adalah sebuah kerja keras dalam jangka panjang serta membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat.

c) Fungsi profesi dan manfaatnya

Fungsi utama profesi kebidanan adalah untuk mengupayakan kesejahteraan ibu dan bayinya. Bidan mempunyai ”POWER” untuk mempengaruhi / memberikan asuhan kebidanan.

d) Pemberdayaan dan pengambilan keputusan

Perempuan harus di bedayakan untuk mengambil keputusan tentang kesehatan diri dan keluarganya melalui KIE dan konseling.

e) Tentang asuhan

Tujuan utama pelayanan kebidanan adalah untuk mengurangi kematian dan kesakitan ibu hamil. Asuhan kebidanan di fokuskan pd aspek prevesi dan promosi kesehatan.

Pelayanan harus dilakukan scr kontinyu, individual dan tidak otoriter dan menghargai pilihan ibu dalam menentukan tempat bbersalin.

Pelayanan harus diberikan dengan keyakinan bahwa dengan dukungan dan asuhan yg tepat ibu dapat melahirka scr aman dan membanggakan.

f) Kolaborasi dan partnership

Praktik kebidanan dilakukan dan menempatkan perempuan/ ibu sbg partner dengan pemahaman kompetensi terhadap perempuan baik aspek sosial, emosi, budaya, spritual spikologi dan fisik seta pengalaman reproduksinya, bidan adalah pemberi pelayanan kesehatan yang mempunyai otonomi penuh dalam praktiknya yg jg berkolaborasi dengan anggota tim kesehatan lainya.

  1. D. Lingkup asuhan kebidanan

Asuhan kebidanan meliputi antenatal care, intranatal care, postnatal care, dan childbirth berdasarkan filisofi kebidanan.

  • Antenatal care

Masa kehamilan di mulai dari masa konsepsi sampai lahirnya janin, lamanya kehamilan normal adalah : 280 hari dan di bagi dalam triwulan yaitu :

-          triwulan pertama : bulan 1 sampai bulan ketiga

-          triwulan kedua    : bulan keempat sampai bulan keenam

-          triwulan ketiga    : bulan ketujuh sampai bulan kesembilan.

Kehamilan melibatkan perubahan fisik maupun emosional dari ibu serta perubahan sosial dalam keluarga.

Tujuan asuhan antenatal care :

  1. Mementau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan dan kesejahteran ibu dan bayi.
  2. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial ibu dan bayi.
  3. Mengenali scr dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yg mungkin terjadi selama kehamilan, termasuk riwayat penyakit scr umum, kebidanan dan pembedahan.
  4. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi.

Asuhan kebidanan pada antenatal :

  1. Melakukan anamnesis dan pemeriksaan lengkap,dengan sebelumnya bidan memberikan informasi scr lengkap mengenai prosedur tindakan atau pemeriksaan yg akan di lakukan
  2. Meningkatkan dan mengutamakan kebutuhan ibu dengan memberika tablet zat besi, imunisasi TT, memantau kemajuan kehamilan, pemeriksaan labIoratorium.

Memberikan konseling tentang :

-          Peningkatan konsumsi gizi

-          Istirahat cukup

-          Perubahan fisik dan psikologis

-          Memberitahukan kepada ibu kembali kontrol

-          Menasehati bila ada tanda-tanda bahaya spt :

a)      perdarahan pervaginam

b)      sakit kepala

c)      gangguan penglihatan

d)     pembengkakan pada wajah atau tangan atau kaki

e)      nyeri pada perut

f)       janin tidak bergerak sebanyak biasanya.

-          Asuhan dilkukan sesuai standart asuhan kebidanan

  • Intranatal care

Persalinan dan kelahiran adalah kejadian fisiologis yg normal. Kelahiran seorang bayi jg merupakan peristiwa sosial yg ibu dan keluarga nantikan selama kurang lebih 9 bulan.

Asuhan kebidanan selama intranatal normal :

-          Menghadirkan dan melibatkan suami atau keluraga selama proses persalinan agar ibu merasa nyaman dan aman.

-          Membantu ibu untuk memenuhi kebutuhanya seperti nutrisi, membimbing untuk rileks sewaktu dad his, menjaga kebersihan tubuh melakukan masase.

-          Memberikan dukungan mental

  • Nifas atau postnatal care

Masa nifas dimulai setelah kelahiran placenta dan berakhirnya ketika alat-alat kandungan kembali hampir seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung Kira- Kira 6 minggu

Asuhan pada ibu nifas bertujuan untuk

-     Menjaga kesehatan ibu dan bayi

-          Melaksanakan scrining yg komprehensif mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi.

-          Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan diri, nutrisi, kb, menyusui, pemberian imunisasi.

-          Kunjungan pada nifas dilakukan untuk menilai status ibu dan bayinya serta untuk mencegah, mendeteksi, dan menangani masalah- masalah yg terjadi.

-          6-8 jam setela persalinan  mencegah perdarahan post partum karena atonia uteri, pemberian asi awal, melakukan hubungan antara ibu dan bayinya untuk mencegah hipotermi.

-          6 hari setelah persalinan, petugas memastikan involusio uteri berjalan baik, menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi dan memastikan ibu cukup nutrisinya.

-          6 minggu estela proses persalinan penolong menanyakan kepada ibu tentang penyulit-penyulit yg dihadapi semua bayinya dan memberikan konseling KB scr dini.

  • Childbirth

Asuhan kebidanan dalam penanganan bayi baru lahir segera setelah lahir ádalah :

a)      Membersihkan jalan nafas, bayi normal akan menangis spontan segera setelah lahir. Apabila tidak menangis maka penolong harus membersihkan hidung, ronggo mulut dan tenggorokan bayi dengan jari tangan yg di bungkus dengan kasa steril dan penghisapan lendir.

b)      Memotong dan merawat tali pusat, tali pusat di potong sebelum dan sesudah placenta lahir kecuali pada bayi kurang bilan. Sebelum memotong tali pusat pastikan tali pusat di klem dengan baik untk mencegah terjadinya perdarahan.

c)      Mempertahankan suhu tubuh bayi, bayi baru lahir harus segera di bungkus hangat, karena bayi baru lahir belum bisa mengatur suhu.

d)     Pemantauan bayi baru lahir untuk mengetahui aktivitas bayi normal atau tidak. 2 jam pertama sesudah bayi normal meliputi: kemampuan menghisap kuat atau lemah, bayi tampak aktif atau lemah, bayi kemerahan atau biru.

e)      Penolong persalinan melakukan pemeriksaan dan penilaian terhadap ada tidaknya masalah kesehatan yg memerlakuakan tindak lanjut, seperti :

-          Bayi kecil untuk masa kehamilan

-          Gangguan pernafasan

-          Hipotermi

-          Infeksi

-          Cacat bawaan atau trauma lahir

PRINSIP POKOK ASUHAN KEBIDANAN

Prinsip –prinsip pokok asuhan kebidanan selama kehamilan ada 5 yaitu:

a)      Kelahiran adalah proses yg normal

-     Kehamilan dan kelahiran biasanya merupakan proses yg normal, alami dan sehat

-    Membantu dan melindungi proses kelahiranya adalah bidan

-     Bidan adalah yg paling cocok untuk kebanyakan ibu selama kehamilan dan persalinan

b)      Pemberdayaan

-          Ibu dan keluarga mempunyai kebijaksanaan dan setiap kali tahu kapan akan melahirkan

-          Keyakinan ibu untuk merawat bayi dapat ditingkatkan atau dihilangkan karena pengaruh linkungan

-          Ibu sbg aktor utama dalam proses persalinan

-          Bidan atau penolong adalah aktor pembantu selama proses persalinan

c)      Otonomi

-          Ibu dan keluarga memerlukan informasi yg cukup shg mereka dapat membuat suatu keputusan

-          Bidan harus tahu dan memberikan informasi yg akurat tentang resiko, prosedur, obat-obatan dan tes.

-          Bidan membantu ibu dalam membuat suatu pilihan yg terbaik untuk dirinya dan baginya berdasarkan nilai dan kepercayaan.

d)     Jangan membahayakan

-          Intervensi sebaiknya jgn dilkukan scr rutin kecuali ada indikasi yg spesifik

-          Melakukan tindakan yg tidak efektif dan berbahaya :

  • mencegah ibu untuk makan garam
  • memberi deuritik untuk mengurangi edema
  • melakukan versi luar kurang dari 36 minggu
  • pendekatan resiko

e)      Tanggung jawab

-          Bidan harus bertanggung jawab terhadap kualitas asuhan yg diberikan

-          Praktik asuhan harus dilkukan bardasarkan kebutuhan ibu dan bayinya

-          Asuhan yg berkualitas tinggi, fokusnya pada klien dan sayang ibu berdasarkan bukti ilmiah

  1. E. Pelayanan kebidanan

Pelayanan kebidanan adalah ilmu kebidan melaui asuhan kebidanan kepada klien yang menjadi tanggung jawab bidan, mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, keluarga berencana termasuk kesehatan reproduksi wanita dan pelayanan kesehatan masyarakat.

Pelayanan kebidanan di bedakan berdasarkan kewenangan bidan yaitu :

  1. Layanan kebidan primer / mandiri, merupakan asuhan kebidanan yang diberikan kepada klien dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab bidan itu sendiri.
  2. Layanan kolaborasi, merupakan asuhan kebidanan yang di berikan kepada klien dengan tanggung jawab bersama semua pemberi pelayanan yang terlibat mis ( nifas, bidan, dokter, dan atau tenaga kesehatan lainya.) Bidan adalah anggota tim.
  3. Layanan rujukan, merupakan asuhan kebidanan yang dilakukan dengan menyerahkan tanggung jawab kepada dokter, ahli dan / tenaga kesehatan profesional lainya untuk mengatasi masalah kesehatan klien di luar kewenagan bidan dalam rangka menjamin kesejahteraan ibu dan anaknya.

  1. Praktik kebidanan

Praktik kebidanan adalah penerapan ilmu kebidanan melalui pelayanan /asuhan kebidanan kepada klien dengan pendekatan manajemen kebidanan. Lingkup praktik kebidanan meliputi asuhan mandiri/ otonomi pada anak perempuan, remaja putri dan wanita dewasa sebelum, selama kehamilan dan sesudahnya. Ini berarti bidan melakukan pengawasan, memberi asuhan dan saran yang di perlukan kepada wanita selama masa hamil, bersalin dan masa nifas. Praktik kebidanan dilakukan dalam sistem pelayanan kesehatan yang berorientasi pada masyarakat, dokter, perawat, dan dokter spesialis di pusat-pusat rujukan.

  1. G. Asuhan kebidanan

Asuhan kebidanan adalah penerapan fungsi, kegiatan, dan tanggung jawab bidan dalam pelayanan yang di berikan kepada klien yang memiliki kebutuhan atau masalah kebidanan (kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, keluarga berencana, kesehatan reproduksi wanita, dan pelayanan kesehatan masyarakat).

Tujuan asuahan kebidan adalah menjamin kepuasan dan keselamatan ibu dan bayinya sepanjang siklus reproduksi, mewujudkan keluarga bahagia dan berkualitas melalui pemberdayaan perempuan dan keluarganya dengan menumbuhkan rasa percaya diri.

Keberhasilan tujuan asuahan kebidanan antara lain di pengaruhi oleh adanya keterkaitan penerapan masing-masing komponen yang dapat mempengaruhi keberhasilan tujuan asuhan, baik dari pemberi asuhan maupun enerima asuhan. Komponen yang di maksud adalah sbb:

  1. Determinan adalah faktor penentu dalam pemberi asuhan yang meliputi:

a)      Nilai, etika, falsafah, yang di anut oleh bidan

b)      Kepekaan terhadap kebutuhan asuhan

c)      Kemampuan memfasilitasi dan mengambil keputusan dalam bertindak

  1. Kemampuan wanita, yaitu kemampuan wanita sebagai penerima asuhan yang dipengaruhi oleh :

a)      Kemampuan waniita untuk beradaptasi

b)      Kemampuan mengambil keputusan

c)      Informasi dan konseling yang di terimanya

d)     Dukungan yang di terimanya

  1. Proses Asuhan, proses asuahan yang digambarkan dalam manajemen proses kebidanan dipengaruhi oleh:

a)      Aspek jenis tindakan / kegiatan yang dilkukan ini adalah komponen yang menjeaskan tentang apa yang dilkukan bidan dan lingkup kompetensi yang harus dimiliki oleh bidan, pemberian asuhan kebidanan harus memperhatikan faktor-faktor berikut:

  • Keputusan berlandaskan pemikiran kritis
  • Praktik asuhan berdasarkan fakta
  • Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab
  • Pemakaian tehnologi secara etis
  • Menghormati perbedaan budaya dan etik
  • Mengoptimalkan atau mengajarkan klien tentang promosi kesehatan, dengan memberi pilihan berdasarkan informasi dan melibatkanya dalam pengambilan keputusan.
  • Mempraktikan perilaku sabar yang rasional, memberi advokasi bg wanita, dan melakukan rujukan ke profesional ahli untuk kasus komplikasi.

b)      Aspek strategi asuhan yang harus dilkukan :

  • Menggunakan pendekatan yang ramah dan berpusat pada wanita
  • Menyesuaikan keahlian untuk memenuhi kebutuhan klien yang khusus
  • Melakukan intervensi danrujukan yang tepat
  • Memelihara kepercayaan dan saling menghargai antara bidan dan klien
  • Menawarkan panduan antisipasi, memfasilitasi, seta mendukung keikutsertaan klien dalam pengambilan keputusan
  • Memberi asuhan secara fleksibel dan kreatif
  • Mempromosikan dan mendukung Hak Asasi Manusia ( HAM )

About these ads


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: